"Adakah Mafia Jabatan Dibelakang dr. Tarigan"

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Dokter Hamdy, Ketua IDI Kabupaten Pasaman membantah telah memberikan rekomendasi izin peraktek kepada dr. Tarigan. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman melalui Kabid. Sumberdaya Kesehatan, Afrizon, mengatakan, bahwa dalam persyaratan administrasi permohonan izin peraktek yang diajukan dr. Tarigan, telah lengkap dengan rekomendasi izin peraktek dari Ikatan Dokter Indonesia.  

Ada apa sesungguhnya di dalam birokrasi Pemkab Pasaman dibawah pimpinan Yusuf Lubis - Atos Pratama atau ada apa dalam tubuh IDI Kabupaten Pasaman ? Atau, siapa yang melakukan tindakan pemalsuan rekomendasi IDI yang dipakai oleh dr.Tarigan sebagai persyaratan memperoleh SIP dari Pemkab. Pasaman ? 

Menurut LSM Gerhana, Alputra, hal ini pantas dipertanyakan.  

Pertanyaan - pertanyaan senada, semakin berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Pasaman dan mulai menjurus pada dugaan adanya Mafia Jabatan yang menjadi saluran aliran suap atau uang pelicin dari dr. Tarigan kepada pejabat tertentu.  

Munculnya issu adanya orang anggota DPRD Kab. Pasaman, Khairuddin Simanjuntak, yang bersigigih membacking dr.Tarigan untuk menduduki jabatan Kepala Puskesmas Cubadak, semakin menimbulkan tanda tanya. 

Bahkan Apen, pengawas Puskesmas Cubadak mengatakan, di tengah masyarakat mulai berkembang pandangan negatif terhadap tokoh anggota DPRD Pasaman ini, karena mereka dinilai melecehkan dan mengkhianati kepentingan masyarakat luas terhadap pelayanan kesehatan. 

Dibalik keanehan pengangkatan dr. Tarigan menjadi Ka. Puskesmas Cubadak, menurut sumber terpercaya di RSUD Lubuk Sikaping, yang mendampingi dr.Tarigan menghadap Ketua IDI meminta rekomendasi adalah salah seorang anggota DPRD Kab. Pasaman, Khairuddin Simanjuntak. Disisi lain, dokter Tarigan adalah seorang dokter yang tidak mempunyai STR dan belum menjadi anggota IDI. Tetapi diangkat Pemkab. Pasaman menjadi Kepala Puskesmas.  

Ketika dikonfirmasikan kepada Khairuddin Simanjuntak terkait perannya, hanya menjawab dengan ucapan selamat berpuasa, tidak mengomentari hal yang dikonfirmasikan. Demikian juga dengan dr.Tarigan, sepertinya bersepakat dengan Simanjuntak untuk melakukan aksi diam. 

Terkait pengangkatan dr. Tarigan, menurut keterangan Ka Dinas Kesehatan Pemkab Pasaman, Amdarisman, Dinas Kesehatan tidak pernah mengusulkan pengangkatan untuk menduduki jabatan apapun. 

Sekaitan dengan hal tersebut juga, ketika keterangan Amdarisman dihadapkan kepada Antoni Rahmat, sewaktu Antoni masih menjabat Kepala BKD, mengatakan, "Ini perintah atasan". Antoni tidak membantah keterangan Amdarisman.(tim)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita