Bantu Korban Banjir, Danramil ini Bantu Angkat Karung

WARTAMILITER.COM  – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Brebes pada Senin 12 Februari 2018 lalu, akibat luapan Sungai Pemali yang disebabkan tanggul sungai di beberapa titik di Desa Terlangu serta Lengkong Kecamatan Brebes lebih rendah dari pada permukaan air sungai, serta tingginya debit air yang mengalir pada saat itu akibat hujan lebat yang mengguyur hampir sebagian besar wilayah Brebes. Air bah kiriman dari hulu meluap dan menggenangi persawahan, kolam serta pemukiman penduduk di beberapa kecamatan.

Untuk mengantisipasi hal serupa akibat luapan air sungai, Danramil 06/Kersana dan Babinsanya bersama perangkat desa, menggerakkan warga Desa Kramat Sampang Kecamatan Kersana untuk melaksanakan gotong-royong normalisasi tanggul sungai desa, Sungai Ciapit dengan menggunakan karung diisi dengan tanah. Selasa (13/2/2018).   

Menurut Danramil 06/Kersana Kodim 0713/Brebes, Kapten Inf. Sugeng W, “Karya bhakti berupa normalisasi talut Sungai Ciapit di Desa Kramat Sampang Kersana tersebut, saya bersama 5 orang anggota serta warga setempat yang berjumlah sekitar 100 orang mengisi karung bantuan dari Dinas Provinsi Jateng dengan tanah. Seluruh pekerjaan kami laksanakan dengan bagi tugas, ada yang mengisi tanah, ada yang mengangkut karung dan terakhir bertugas menata karung-karung tanah tersebut di tanggul sungai yang tergerus di dua titik. Untuk titik pertama sepanjang 10 meter sedangkan kedua kurang lebih sepanjang 20. Upaya ini kami lakukan secara bersama-sama dengan satu tujuan, yaitu mengantisipasi agar tanggul sungai tidak jebol akibat terkikis air serta agar tanggul normal kembali, sehingga jika debit air yang mengalir pada puncak di musim penghujan ini, air tidak meluap ke pemukiman dan pertanian warga,” tandas Sugeng.

“Dengan kondisi saat ini terutama di bulan Februari-Maret, intensitas hujan mencapai puncaknya, ceuaca ekstrim berupa hujan lebat tidak dapat diprediksi. Jika kita biarkan saja tanggul dalam kondisi saat ini yang sudah terkikis, maka dapat dipastikan akan banyak hektaran sawah gagal panen dan pemukiman warga akan tergenang air serta lumpur. Kewajiban kami selaku aparat teritorial yaitu menghimbau serta menggerakkan warga masyarakat untuk melakukan normalisasi tanggul sungai, jadi kehadiran kami ditengah-tengah warga menjadi bermanfaat dalam membantu meringankan atau mengatasi kesulitan masyarakat.

Karya bhakti bersama TNI selama 2 jam ini, masih menyisakan pekerjaan yang belum selesai sehingga akan kami lanjutkan kembali pada esok hari sampai 100 %. Besok minimal tanggul sejajar dengan tanggul sebelahnya dan bisa betul-betul tertutup semua oleh karung. Saya sangat berharap untuk pekerjaan serta pengerahan warga besok agar lebih maksimal lagi, oleh karenanya kami berkoordinasi dengan Kepala Desa serta perangkat desa untuk membagi tugas menyampaikan ke warga,” punkas Sugeng. (Aan-pendim 0713/Brebes)