Karya sepenuh hati Hanung Bramantyo dalam Film The Gift

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Satu lagi film nasional Indonesia dari rumah produksi Seven Sunday Films dan karya special dari Hanung Bramantyo dalam "THE GIFT",Film bertema Drama sarat makna ini berkisah tentang romansa anak manusia dalam menemukan cinta sekaligus makna hidup melalui pengorbanan yang dilakukan demi cinta sejati.

Film ini diperankan  Reza Rahadian, Ayushita Nugraha, Dion Wiyoko, Christine Hakim, serta didukung oleh Anisa Hertami,Renaldy Zulkarnaen, Roekman Rosadi, Romaria Simbolon, Tumiinten dan lain-lain. Dalam film ini Reza Rahadian berperan sebagai pria disabilitas dan misterius yang belum pernah ia perankan di film sebelumnya.

Film The Gift mengambil dua Iokasi berpadu sekaligus, antara Yogyakarta, lndonesia dan satu dari tujuh keajaiban dunia, Menara Pisa di italia.

Mengambil setting di kawasan perbukitan Kaliurang, Yogyakarta yang terkenal yang terkenal dengan keindahan sejuk berpadu kawasan pantai eksotis, dalam sekejap akan memani insan pecinta film untuk berimajinasi. Disusui kawasan Basilica di Santa Maria del Fiorw, sebuah katedral yang terketak di Firenze,Italia menyajikan nuasa klasik dari sebuah sinematography lainnya yang tak kalah indah.

Disini Reza Rahardian dan Yura Yunita yang turut mengisi soundtrack film dengan lagu berjudul,” pekat”.Semuanya menjadi harmonisasi yang indah sekaligus klasik layaknya film-film berkualitas eropa.

Saya dari awal membaca sudah jatuh cinta dengan ceritanya. Saya bilang saya akan membuat film ini dengan estetika saya dan pilihan semua dari saya. Percayalah pada saya karena saya akan membuat film ini dengan segenap hati jadi bisa dilihat bagaimana hasilnyakan?, ujar Hanung di XXI Episentrum, Jakarta, Sabtu(19/5).

Awalnya, dari pihak produser menawarkan tiga judul film. Kemudian, karya The Gift dipilih untuk diangkat menjadi cerita dan saya bersemangat dalam mengerjakan proyek film ini, ungkap Hanun

"Kenapa saya sangat bersemangat, karena ini tidak dari novel, tidak dari urban legend. Ini tidak dari sesuatu yang dikenal dulu. Ini benar-benar come up dari original story. Bukan berarti tidak ingin bikin film novel, saya cuma kepingin menantang diri saya, menantang diri penonton apakah bisa film Indonesia muncul dibuat darioriginal story. Kalau memang bisa, akhirnya bisa tumbuh juga penulis skenario baru, jadi kemudian tidak ada beban membuat film harus dari novel," jelasnya.

Disisi lain, Reza Rahardian mengatakan pada waktu itu saya di dapur film kedatangan tuna netra dan dari situ saya bisa belajar dengan mereka dengan sangat luas, ujar Reza

Dan saya sempat melihat ada tuna netra yang selalu mengikutin kemana arah tongkat itu mengarah , melihat dan belajar bagaimana seorang tuna netra belanjar mengenal ruang-ruang di mana mereka bisa berjalan, maka dari situlah saya belajar mengenal karakter seorang harun, ungkap Reza

Sisnopsi film The Gift ;

Tiana seorang novelis memprotes Harun, pemilik kontrakannya, karena merasa terusik oleh suara musik yang terlalu keras. Baru Tiana sadari ternyata Harun adalah seorang tuna netra yang memilih menutup diri dari dunia luar dan bergeming dalam kesendirian. Seiring berjalannya waktu, Harun yang keras kepala dan satir akhirnya membuka diri. Kedekatan mereka berujung pada dengan perasaan cinta pada satu sama lain.

Sementara Tiana menulis buku terbarunya, Harun bekerja keras menyiapkan pahatan patung wajah Tiana. Harun juga menyiapkan hadiah lainnya untuk ulang tahun Tiana, yaitu kunci pintu yang membatasi kamar Tiana dengan rumah utama yang Harun tinggali. Akan tetapi, Dokter Arie, teman kecil Tiana muncul di hari ulang tahun Tiana dan memberikan kabar terbaru mengenai ayah Tiana yang sudah lama hilang. Saat itu, Arie juga melamar Tiana dan tak sengaja terdengar oleh Harun. Kejadian tak terduga yang terjadi pada mereka mengantarkan mereka pada perjalanan akan pengorbanan dan keterbatasan manusia.  (RK)

Index Berita