Pangdam IV/ Diponegoro Berikan Motivasi Siswa Siswi SMAN 1 Purwokerto

INDONESIASATU.CO.ID:

 PURWOKERTO -  SMAN 1 purwokerto, kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa itu tidak lain Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., Rabu (13/12). Kedatangan Jenderal Bintang Dua kelahiran Purwokerto tersebut disambut dengan hangat. Selain untuk bernostalgia dengan lingkungan sekolah tempat di mana ia pernah menuntut ilmu, kehadiran Pangdam ini sekaligus untuk memberikan motivasi dan "memprovokasi" semangat para siswa.

Usai memimpin apel di halaman sekolah, Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., berkesempatan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat kondisi sekolah yang telah membesarkannya. Setelah melihat lingkungan sekolah, Pangdam memberikan suntikan motivasi kepada ratusan siswa yang memenuhi aula sekolah. ”Saya bersyukur, sebab ini merupakan salah satu impian saya, yakni bisa kembali lagi ke SMAN 1 Purwokerto, tempat di mana saya pernah menuntut ilmu. Setelah hampir 40 tahun lalu saya meninggalkan sekolah ini, ternyata dalam kesempatan ini saya bisa kembali lagi ke sini. Ini kesempatan yang luar biasa,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Danrem 071/WK Kolonel Inf Suhardi, Wabup Banyumas Budhi Setiawan, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara S, Dandim 0701/Banyumas Letkol Erwin Ekagita Yuana, Kepala SMAN 1 Purwokerto Muhammad Husein, komite sekolah dan sejumlah alumni. Dalam kesempatan itu, mantan Kapuspen TNI ini memberikan materi dengan judul Mewujudkan Indonesia sebagai Bangsa Pemenang dalam Kompetisi Global.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan subur. Hal ini tentu menjadi sasaran dalam kompetisi global, sehingga harus diwaspadai. ”Dulu Presiden Soekaerno pernah menyatakan kekayaan Indonesia suatu saat akan membuat iri negara lain. Bahkan Presiden Jokowi juga pernah mengatakan Indonesia yang memiliki kekayaan akan sumber daya alam, di satu sisi justru juga bisa menjadi petaka buat kita semua. Maka dari itu, kita harus waspada, sebab Indonesia akan menjadi sasaran perebutan,” terang Pangdam. Lalu, bagaimana pihak asing memperebutkan potensi yang dimiliki Indonesia tersebut? ”Itu semua dapat dilakukan dengan proxy war, yakni perang di mana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga/kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek,” jelasnya.

Selain itu, upaya untuk merebut kekayaan Indonesia juga dilakukan melalui narkoba. Dengan narkoba, mereka membuat masyarakat Indonesia menjadi lemah dan tidak berdaya, sehingga tidak bisa bersaing dalam kompetisi global. Namun demikian, pada dasarnya upaya tersebut tidak akan berhasil dan sampai sekarang Indonesia tetap utuh karena Pancasila. Fakta sejarah menunjukkan, bangsa Indonesia bisa menjadi negara besar seperti ini karena Pancasila. Tanpa adanya Pancasila, Indonesia yang beragam ini mustahil bisa dipersatukan.(Korem071/WK)

Index Berita