Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 Dihadiri Dandim 0712/Tegal

INDONESIASATU.CO.ID:

TEGAL - Senin tanggal, 21 Mei 2018 bertempat di Halaman Pendepo Kompleks Balaikota Jl. Ki Gede Sebayu Kel. Mangkukusuman Kec. Tegal Timur Kota Tegal Dandim 0712/Tegal Letkol Kav Kristiyanto S.Sos menghadiri  Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018 dengan tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital sebagai Inspektur Upacara Pjs. Walikota Tegal Drs. Achmad Rofai, Msi, Perwira Upacara Pasiminlog Lanal Tegal Kapten Laut (T) Teguh B. Santoso, Komandan Upacara Pauryar Lanal Tegal Lettu Laut (S) M. Jaenuri.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan oleh inspektur upacara, Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa selain semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa dua hal mendasar yang melekat pada setiap insan Indonesia itu saja telah cukup, asal bersatu dalam cita-cita yang sama Kemerdekaan Bangsa. 

Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin mencapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. Boedi Oetama memberikan contoh bagiamana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal suku akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan. 

Boedi Oetomo menjadi satu penanda bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden Pertama dan Ploklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, mengatakan bahwa dengan Boedi Oetomo untuk pertama kalinya kita mulai menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan itu. 

Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan ide, satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. 

Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagi bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan

Para pendahulu yang berkumpul itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing. 

Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, meski belum sempurna. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan. 

Kalau sekarang bangsa ini punya apapun yang dibutuhkan, seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabab lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun kita mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan.  Apalagi, kini ketika kita memiliki hampir segalanya untuk berbuat lebih bagi kebangkitan bangsa, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia. 

Pada awal tahun 2018 ini, Presiden Joko widodo menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus Pemerintah pada tahun 2019, menggantikan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada 2015-2018. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. 

Bayangkan jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh 260-an juta lebih penduduk negeri ini. Bercermin dari Keberhasilan Boedi Oetomo menggalang ide nasionalisme mulai dengan segelintir orang seabad lalu, maka apa jadinya jika seluruh sumber daya manusia unggul kita saat ini berhimpun dalam ide nasionalisme yang sama, dalam cita-cita untuk kejayaan bangsa yang sama

Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, pun selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangt luas utnuk dikembangkan. Kebangkita sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri. 

Oleh sebab itu tema PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DI ERA DIGITAL dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkita secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia. 

Tujuan peringatan 110 tahun kebangkitan Nasional Tahun 2018 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain Dandim 0712/Tegal : Letkol Kav. Kristiyanto, S.Sos, Kapolres Tegal Kota : AKBP Jon Wesly Arianto, SIK, Pjs. Palaksa Lanal Tegal : Kapten Laut (P) :  Subandi, mewakili Danlanal Tegal, Hakim PN Tegal : Elsa Lina Purba, SH, Staf ahli Walikota, Asisten dan Pimpinan OPD Setda Kota Tegal, Jajaran Danramil 0712/Tegal, Camat dan Lurah se-Kota Tegal

 

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita